Feeds:
Pos
Komentar

UPDATED!! Written by Astri & Vina

Ini laporan singkat sesingkatnya dari acara Festival Rujak yang diadakan di BG Junction tgl 10 – 12 Agustus 2007, sekaligus kopdar pertama milis wisatasurabaya.

Saya yang berniat mencari sarapan pagi datang 1 jam lebih awal dari perjanjian pukul 11.00, sambil sarapan Mie Pangsit, saya jadi bisa melihat para peserta festival sedang menyiapkan dagangannya. Ternyata Manda agak2 salah kasih info, banyak foodcourt yang masih tutup pada pukul 10.00, dan peserta festival baru benar2 siap pada pukul 11.00.

Oya Festival kali ini diikuti oleh 5 peserta yaitu Rujak Manis Kartika, Rujak Madura Reng Oneng, Rujak Cingur Plaza Surabaya, Rujak Cingur Sedati, dan Rujak Soto Banyuwangi.

Setelah teman2 datang….

Ini merupakan kompilasi dua posting oleh Pak Rudy Sujanto dan Astri di milis mengenai tempat makan di sekitar Ampel. Nyaris tidak ada bagian isi postingan yang dihilangkan.

– Warung/Resto Yaman:
Favorit saya untuk dibawa pulang: kambing oven yang ukurannya
kira-kira setengah panjang kaki kambing–pokoknya bisa untuk main
pentung-pentungan kayak Flintstone. Sayang sekali ruangan makannya
puanas dan kotor, jadi nggak pernah deh makan disana. Lagipula saya
hampir selalu makan kambing oven dengan wine, ‘kan malah bisa
dipentungi dengan paha kambing tadi kalau saya nekat minum disana,
hehehe…
Al Mutlik

Kikil Sapi Waru Jaya

Sudah 3 tahun ini saya tinggal di daerah Waru, Sidoarjo, tapi baru malam ini saya mencoba Kikil Sapi Waru Jaya yang terletak di Jl. Raya Waru, setelah pabrik biskuit UBM kalo dari arah selatan.
Kalo lewat warung kikil ini selalu ramai, dipenuhi orang dan parkiran di depannya juga selalu penuh, maklum tempatnya kecil banget. Daya tampungnya sekitar 16 orang aja, itupun berdesak2an.

Warung Kikil Waru

Tidak lama setelah duduk datanglah si kikil yang langsung yang potret 🙂

Monkasel

Monkasel atau Monumen Kapal Selam yang terletak di Jl. Pemuda, di pinggir Kali Mas, Surabaya, merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di tengah kota Surabaya. Monkasel ini dibuat dari kapal selam yang pernah digunakan oleh TNI AL, yaitu KRI Pasopati dengan nomor 410. Kapal selam jenis SS tipe Whisky Class buatan Rusia tahun 1952 ini mulai dipakai TNI AL sejak tahun 1962 dan berakhir pada tahun 1987. Kapal Selam ini sempat dipakai dalam beberapa operasi di antaranya untuk merebut Papua dan Timor Timur (yang sekarang sudah lepas lagi).
Lebih lanjut lagi…

Rawon Setan (an update)

Rasanya agak sedikit basi ya membahas rawon setan lagi, kayaknya pada banyak udah tau deh.

Warung Rawon yang mangkal di Jl. Embong Malang 78 I Surabaya alias seberangnya hotel JW Marriott, asalnya terkenal menjadi ‘setan’ karena jam bukanya yang cukup larut yaitu jam 11 malam, untuk meladeni para ‘setan’ yang keluar malam 😀

Terakhir kali saya mencicipi rawon ini sekitar bulan Spetember 2005, menjelang keberangkatan saya PTT ke NTT. Saat itu Rawon Setan masih buka malam saja dan tidak buka ‘cabang’ di tempat lain, dan tempatnya berupa tenda yang berisi beberapa buah meja dan bangku. Alhasil, untuk menikmati Rawon Setan saya harus mengantri, menunggu orang yang duduk di depan saya selesai makan. Penuh dan hiruk pikuk orang mengantri dan memesan makanan.

Seiring waktu, saya baca di iklan koran saat ini ada rawon setan Mbak Endang yang buka beberapa cabang di berbagai penjuru kota Surabaya, belum lagi rawon setan Bu Sup. Padahal kalo saya lewat di depan jalan Embong malang, tulisannya Rawon Setan tidak membuka cabang di tempat lain.

Mau tau lebih lanjut lagi?

19 Juni 2005, Penulis: yuyun

Cerita berawal dari kumpul kumpul untuk melihat Festival Jajan Bango yang cukup mengegerkan wong suroboyo. Berhubung warung warung di festival sudah terlalu banyak penumpang yang antri, maka otomatis hawa panas surabaya cukup membuat naga2 di perut para Musketeer berteriak melawan. Setelah haha hihi dan huhuhu serta hehehe dengan kepala suku JS, yang memang sedang sibuk dikerubuti fansnya, maka kami memutuskan untuk keluar pinggir kota mencari makan. Loh yang di FJB ? Alaa mak, udah hampir pada habis. Yang jelas, alhamdulilah acaranya rame gitu aja..
Trus, ketika sang superstar Soni ditemani 3 cewek sudah datang, kami segera memutuskan pergi dan pamit dari kepala suku JS. Soni terpaksa meninggalkan 3 ceweknya. Maklum dengan keluarganya sendiri Soni lebih merasa manusiawi (heheheh).
Dengan menumpang kereta Pei Pei…

Restaurant Sze Chuan

11 Mei 2005, Penulis: Muriani

malam itu baru tiba dr jkt, langsung pulang mandi dan berangkat deh. pas liat jam, astaga udah jam 7 lewat. so, aku kabari kalo aku telat. wah jadi gak enak nih pertama kali nongol telat lagi. kuatir juga kalo dikerjain 😦 berbekal PD yg tinggi meluncurlah ke sana.
well.. pas datang agak bingung juga.. karena teman2 udah in action.. and aku didepan pintu sambil bengong.. eh.. gak taunya langsung diajak ikutan foto2. setelah itu baru kenalan.. ternyata oooohhhhhhhh ternyata…… sambutannya huanggaaaatttt tenan. serasa diantara teman2 lama (thanks friends atas sambutannya). langsung akrab. banyak tertawanya… semuanya 16 member yg pul… kumpul.. and rameee sekaleeee… bayangkan aja 16 orang yg doyan makan and guyon lagi kumpul.. hebohhh banget… ada bpk & ibu Rudy, Herru S, Mbak Yuyun, Soetjipto, Pak Hengky (dr house of sampoerna), Jimmy T, Lily Choo (from malaysia), Elvira, Astri, sony, Gwan, Lina, Anwar dan Murni.
after kenalan….. acara utama dimulai.. eng..ing…eng…. menu pembuka adalah….. bakcang ala Rudy’s family.

masih sungkan2 nih mau makannya so, icip2 dulu deh….