Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Monumen-Prasasti’ Category

Catatan Perjalanan anggota Milis Wisata Surabaya dan teman + keluarga ke Trowulan pada tanggal 16 Maret 2008.
Catatan ini dibuat oleh Fahmi

_____________________________________________________________________________________________________

**START DARI SURABAYA**

sekitar 07:00, berangkat dari kantor kompas/gramedia jalan jemur sari. kita
berangkat ke trowulan naek bis. total peserta 17 orang. jadi ada kelebihan 3
bungkus sate klopo ondomohen hehe 😀

di dalem bis, cak hilman bagi2 brosur tentang trowulan (kayak biro travel
betulan jee). wah sempat2nya ya bikin begituan, sip lah! lumayan membuka
pengetahuan kita2 tentang apa saja yg bakal ditemui disana nanti.

**GAPURA WRINGIN LAWANG**

sekitar 08:10, sampek di situs arkeologi pertama = gapura wringin lawang.
catetan tentang gapura wringin lawang dari brosur sebagai berikut:

Semua diawali dari Gapura Wringin Lawang. Sebuah gapura megah yang terletak
di sisi paling utara dari bekas kompleks Majapahit. Gapura yang merupakan
pintu gerbang ke ibukota Majapahit, tersusun dari susunan bata yang kini
menjadi platform gapura di Jawa Timur. Sebuah ciri arsitektur vernakular
yang bertahan berabad-abad lamanya. Gapura ini bernama Wringin Lawang
(harafiahnya berarti “beringin pintu”), karena dulunya terdapat pasangan
beringin yang merangkai Gapura membentuk satu jejalur lurus untuk
mengarahkan orang-orang yang datang ke Majapahit. Kini, hanya sisa dari
Gapura yang telah direstorasi dengan bata merah dari era modern mampu
menceritakan keagungan Majapahit. Skala gigantis dari gapura ini (yang
mengakibatkan banyak orang menafsirkannya sebagai “candi”) menunjukkan
kredibilitas kerajaan yang memunculkan nama tenar seperti Hayam Wuruk atau
Tribuana Tungga Dewi tersebut. Namun penafsirannya paling populer justru
menyebut bahwa gerbang ini merupakan jalan masuk ke kediaman mahapatih
Gajahmada.

foto2 gapura wringin lawang:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/1
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/4
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/9

nah, di sekitar lokasi ini juga kita sempat liat yg namanya buah mojo, yg
konon rasanya pahit itu. tapi aku sendiri nggak iseng ngincipi buah mojo.
cuman sempat moto aja, ini:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/6

setelah cukup foto2an, ngambil gambar dari segala angle, dang bertingkah
narsis, sekitar 08:30 perjalanan dilanjutkan ke kompleks candi brahu.

**CANDI BRAHU**

sampek di kompleks candi brahu sekitar 08:45. catetan tentang candi brahu
dari brosur sebagai berikut:

Spekulasi sejarawan memunculkan satu asumsi bahwa pintu gerbang tersebut
mengarah ke pusat kerajaan, yang kini dibangun joglo bernama Pendopo Agung,
sebelah selatan gerbang. Spekulasi lain menyatakan jika pusat kerajaan
Majapahit, secara kosmis dan spiritual justru berada di arah yang sedikit
bercabang, yakni di barat laut gerbang yang kini menjadi area ditemukannya
peninggalan terbesar Majapahit, Candi Brahu. Brahu diyakini sebagai sebuah
candi, yang menjalankan fungsi spiritual keagamaan yang mayoritas beragama
Hindu. Di dekat Candi Brahu terdapat reruntuhan pondasi yang ditengarai
sebagai “Siti Hinggil” atau tanah yang dimuliakan (ditinggikan). Itu adalah
bagian hirarkis wajar di kerajaan masa lampau. Oleh karena itu, beberapa
sejarawan berpendapat bahwa area di sekitar Candi Brahu dan Siti Inggil
merupakan pusat spiritual dari kompleks ibukota Majapahit, termasuk upacara
perkuburan bagi empat jenazah raja Majapahit.

foto2 candi brahu:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/8
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/8
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20

kebetulan pas kita kesana banyak anak2 kecil yg lagi latihan silat, plus ada
kunjungan anak2 pramuka pisan. ternyata kompleks candi ini nggak cuman
eksotis buat tempat foto2an.

beberapa anak yg bernyali ekstra malah sempat adu keberanian manjat dinding
candi sampek masuk ke dalam candi. fyi: dinding yg dipanjat itu tegak 90
derajat dg ketinggian sekitar 3 meter. hehe luar biasa mereka, lha orang2
wisatasurabaya yg udah dewasa aja nggak ada yg berani manjat jee… (ya ya,
termasuk aku juga). sbg reward atas keberanian mereka, ning astri sempat
bagi2 rejeki 😀 semoga keberanian kalian bermanfaat nak, sapa tau besok
dapet kerjaan jadi stuntman 😉

ini fotonya stuntmen kecil tadi:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/15

kalo yg ini foto narsis:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20

sekitar 09:20 urusan kita di candi brahu selesai. lanjut ke museum, eh, nama
resminya “pusat informasi majapahit” (cmiiw).

**PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT**

parkir di pusat informasi majapahit sekitar 09:30, langsung foto2an bareng
arca-muka-rata hahahaaa…
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/19
perhatikan kalungnya si arca itu, kalung tengkorak man! whoaa… kalo yg ini
cincha lawra pasti syuka.
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/21
btw gila ya preman jaman dulu itu, nggak pake main2 pisau lipat, tapi serius
pegangannya pentungan batu super gede!

catetan tentang museum dari brosur:

Di depan Segaran adalah Museum Trowulan, tempat artefak-artefak yang
kehilangan akarnya dikumpulkan. Museum ini menjadi pusat informasi dari
seluruh kompleks, termasuk patung batu dan terutama terakota, bahan yang
menjadi signature arsitektur Jawa Timur, pembeda dengan moyang mereka di
Jawa Tengah dan Yogya. Di dalam museum tersebut juga terdapat bukti-bukti
interaksi Majapahit peradaban di luar, dengan diketemukannya bukti gerabah
dan porselen Cina.

masuk museum, nggak boleh foto2. tangan2 juga nggak boleh usil megang
barang2 koleksi museum. kenapa?

pihak pengelola museum terpaksa melarang fotografi di dalem museum dg alasan
keamanan. soalnya kan banyak kasus kriminal pencurian barang2 bersejarah
dan/atau kasus pembajakan (dibikin replikanya) barang2 tadi. dg larangan
foto tadi, diharapkan oknum2 kriminal akan kesulitan mendapatkan informasi
bentuk/rupa barang bersejarah. sayangnya kita yg orang baik2 pun kena
imbasnya, nggak boleh foto2an pisan.

soal larangan megang barang2 tadi, jelas lah, karena sentuhan tangan
pengunjung berpotensi merusak koleksi museum.

tapi hebatnya lobi ning astri, kita sempat dapet ijin moto 2 pasang
lingga/yoni yg kontras. satu pasang masih original. satu pasang lagi sudah
sering dijamah tangan manusia. keliatan banget bedanya. fotonya bisa diliat
disini:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/20
foto eksklusif itu. yg sebelah kiri masih original. yg sebelah kanan, jadi
nggilap karena sudah banyak dipegang.

barang2 koleksi pusat informasi majapahit nggak cuman arca2 dari era
majapahit saja. banyak juga artefak dari zaman prehistorik macem kapak dari
batu, fosil tengkorak gajah purba (liat ini aku jadi inget mammoth di ice
age), dll.

disini juga ada beberapa barang yg menarik (buat aku sih menarik): karya
seni terakota, saluran pipa air dari logam (canggih), celengan babi
(celengan sbg implementasi ajaran menabung, dan babi sbg simbol kemakmuran),
prasasti kuno dg font honocoroko, arabic dan traditional chinese. barang2
tsb menunjukkan bahwa pd jaman majapahit sebenernya kebudayaan sudah cukup
modern. sudah kenal sistem irigasi dan pengolahan logam.

aduh, soal ini kok jadi seru gini ya sekarang? padahal di kelas sejarah dulu
bawaannya ngantuk terus! isinya apalan tok :p

di museum ini sebenernya bapak pemandunya sempat banyak sharing pengetahuan
sejarah, tapi sayang space mamori di otakku nggak seberapa lebar, banyak
konsumsi MSG pisan. jadi ya sepurane nek banyak yg kelewatan 😀

soal ini moga2 cak hilman bisa banyak melengkapi. soalnya selama di museum
keliatan intim banget sama pak pemandu itu, asik ngobrol dan nempel terus,
ihhiy!

kita lumayan lama belajar di museum, sekitar 10:45 barusan selesai. keluar
museum, perut wes kelaparan. mana panas pula, haus. tujuan berikutnya jelas
= makan siang. eh, tapi nggak lupa foto2an dulu di museum. liat betapa
konyolnya orang2 ini:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/21

**SAMBEL WADER dan KOLAM SEGARAN**

situs warung wader goreng ini nggak jauh dari museum, di pojok’an kolam
segaran. menunya: ikan wader dan ayam kampung goreng yg disajikan dg sambel
penyetan. karena pesenannya banyak, kita lumayan lama nunggu wader/ayam-nya
mateng. selama nunggu, disempatkan nengok pinggiran kolam segaran. catetan
tentang kolam segaran dari brosur:

Ciri keagungan lainnya muncul dari legenda folklor tetang Kolam Segaran.
Sebuah situ yang berada sejalur dengan poros Gerbang – Pendopo Agung. Situ
ini konon merupakan temat para pembesar kerajaan menjamu para tamunya dalam
sebuah resepsi. Folklor yang paling tenar adalah konon, para pembesar
Majapahit akan membuang tupperware mereka yang terbuat dari logam mulia ke
Kolam Segaran untuk menunjukkan ke-gemahripah-an kerajaan agung Jawa
tersebut. Entah fakta atau maya. Tetapi, ada teori lain yang mengemukakan
jika Kolam Segaran merupakan reservoir cadangan air kota, bukti sistem
irigasi yang dirancang para urban planner Majapahit untuk menjamin “ke-gemah
ripah-an” negara mereka yang lekat dengan pertanian. Korelatif memang,
ketika di sekitarnya masih banyak ditemukan sisa kanal-kanal pengairan yang
terhubung dengan sungai Brantas.

foto2 kolam segaran:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/24
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/24

kurang lebih 10:55 makanan baru tersaji di meja lesehan. ayam kampung
gorengnya keliatan menggiurkan! tapi nggak sepiro empuk katanya mbok de. aku
nggak ikutan makan ayam, aku order ikan wader yg ternyata… tergoreng
garing, kriuk, gurih. tersaji bareng ulekan sambel di cobek tanah liat
(jangan2 ini artefak kuno pisan?). eh nggak cuman ikan wader, disitu
tercampur juga gorengan udang kecil2. apalagi dimakan bareng nasi yg anget,
punel, dg porsi yg mengenyangkan. oh, yummy!

foto2nya kayak gini nih:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/23
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/27

selesai makan sekitar 11:50, lanjut jalan lagi menuju candi tikus. selama
perjalanan, ternyata banyak yg bobo di bis, hehe. soale tadi kepanasan, dg
situasi perut kenyang, apalagi ditiup angin sejuk dari AC, wueehhh…
zzzzz…

Iklan

Read Full Post »

Monkasel

Monkasel atau Monumen Kapal Selam yang terletak di Jl. Pemuda, di pinggir Kali Mas, Surabaya, merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di tengah kota Surabaya. Monkasel ini dibuat dari kapal selam yang pernah digunakan oleh TNI AL, yaitu KRI Pasopati dengan nomor 410. Kapal selam jenis SS tipe Whisky Class buatan Rusia tahun 1952 ini mulai dipakai TNI AL sejak tahun 1962 dan berakhir pada tahun 1987. Kapal Selam ini sempat dipakai dalam beberapa operasi di antaranya untuk merebut Papua dan Timor Timur (yang sekarang sudah lepas lagi).
Lebih lanjut lagi…

Read Full Post »