Feeds:
Tulisan
Komentar

Majapahit Heritage Trail (1)

Catatan Perjalanan anggota Milis Wisata Surabaya dan teman + keluarga ke Trowulan pada tanggal 16 Maret 2008.
Catatan ini dibuat oleh Fahmi

_____________________________________________________________________________________________________

**START DARI SURABAYA**

sekitar 07:00, berangkat dari kantor kompas/gramedia jalan jemur sari. kita
berangkat ke trowulan naek bis. total peserta 17 orang. jadi ada kelebihan 3
bungkus sate klopo ondomohen hehe :D

di dalem bis, cak hilman bagi2 brosur tentang trowulan (kayak biro travel
betulan jee). wah sempat2nya ya bikin begituan, sip lah! lumayan membuka
pengetahuan kita2 tentang apa saja yg bakal ditemui disana nanti.

**GAPURA WRINGIN LAWANG**

sekitar 08:10, sampek di situs arkeologi pertama = gapura wringin lawang.
catetan tentang gapura wringin lawang dari brosur sebagai berikut:

Semua diawali dari Gapura Wringin Lawang. Sebuah gapura megah yang terletak
di sisi paling utara dari bekas kompleks Majapahit. Gapura yang merupakan
pintu gerbang ke ibukota Majapahit, tersusun dari susunan bata yang kini
menjadi platform gapura di Jawa Timur. Sebuah ciri arsitektur vernakular
yang bertahan berabad-abad lamanya. Gapura ini bernama Wringin Lawang
(harafiahnya berarti “beringin pintu”), karena dulunya terdapat pasangan
beringin yang merangkai Gapura membentuk satu jejalur lurus untuk
mengarahkan orang-orang yang datang ke Majapahit. Kini, hanya sisa dari
Gapura yang telah direstorasi dengan bata merah dari era modern mampu
menceritakan keagungan Majapahit. Skala gigantis dari gapura ini (yang
mengakibatkan banyak orang menafsirkannya sebagai “candi”) menunjukkan
kredibilitas kerajaan yang memunculkan nama tenar seperti Hayam Wuruk atau
Tribuana Tungga Dewi tersebut. Namun penafsirannya paling populer justru
menyebut bahwa gerbang ini merupakan jalan masuk ke kediaman mahapatih
Gajahmada.

foto2 gapura wringin lawang:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/1
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/4
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/9

nah, di sekitar lokasi ini juga kita sempat liat yg namanya buah mojo, yg
konon rasanya pahit itu. tapi aku sendiri nggak iseng ngincipi buah mojo.
cuman sempat moto aja, ini:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/6

setelah cukup foto2an, ngambil gambar dari segala angle, dang bertingkah
narsis, sekitar 08:30 perjalanan dilanjutkan ke kompleks candi brahu.

**CANDI BRAHU**

sampek di kompleks candi brahu sekitar 08:45. catetan tentang candi brahu
dari brosur sebagai berikut:

Spekulasi sejarawan memunculkan satu asumsi bahwa pintu gerbang tersebut
mengarah ke pusat kerajaan, yang kini dibangun joglo bernama Pendopo Agung,
sebelah selatan gerbang. Spekulasi lain menyatakan jika pusat kerajaan
Majapahit, secara kosmis dan spiritual justru berada di arah yang sedikit
bercabang, yakni di barat laut gerbang yang kini menjadi area ditemukannya
peninggalan terbesar Majapahit, Candi Brahu. Brahu diyakini sebagai sebuah
candi, yang menjalankan fungsi spiritual keagamaan yang mayoritas beragama
Hindu. Di dekat Candi Brahu terdapat reruntuhan pondasi yang ditengarai
sebagai “Siti Hinggil” atau tanah yang dimuliakan (ditinggikan). Itu adalah
bagian hirarkis wajar di kerajaan masa lampau. Oleh karena itu, beberapa
sejarawan berpendapat bahwa area di sekitar Candi Brahu dan Siti Inggil
merupakan pusat spiritual dari kompleks ibukota Majapahit, termasuk upacara
perkuburan bagi empat jenazah raja Majapahit.

foto2 candi brahu:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/8
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/8
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20

kebetulan pas kita kesana banyak anak2 kecil yg lagi latihan silat, plus ada
kunjungan anak2 pramuka pisan. ternyata kompleks candi ini nggak cuman
eksotis buat tempat foto2an.

beberapa anak yg bernyali ekstra malah sempat adu keberanian manjat dinding
candi sampek masuk ke dalam candi. fyi: dinding yg dipanjat itu tegak 90
derajat dg ketinggian sekitar 3 meter. hehe luar biasa mereka, lha orang2
wisatasurabaya yg udah dewasa aja nggak ada yg berani manjat jee… (ya ya,
termasuk aku juga). sbg reward atas keberanian mereka, ning astri sempat
bagi2 rejeki :D semoga keberanian kalian bermanfaat nak, sapa tau besok
dapet kerjaan jadi stuntman ;)

ini fotonya stuntmen kecil tadi:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/15

kalo yg ini foto narsis:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20

sekitar 09:20 urusan kita di candi brahu selesai. lanjut ke museum, eh, nama
resminya “pusat informasi majapahit” (cmiiw).

**PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT**

parkir di pusat informasi majapahit sekitar 09:30, langsung foto2an bareng
arca-muka-rata hahahaaa…
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/19
perhatikan kalungnya si arca itu, kalung tengkorak man! whoaa… kalo yg ini
cincha lawra pasti syuka.
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/21
btw gila ya preman jaman dulu itu, nggak pake main2 pisau lipat, tapi serius
pegangannya pentungan batu super gede!

catetan tentang museum dari brosur:

Di depan Segaran adalah Museum Trowulan, tempat artefak-artefak yang
kehilangan akarnya dikumpulkan. Museum ini menjadi pusat informasi dari
seluruh kompleks, termasuk patung batu dan terutama terakota, bahan yang
menjadi signature arsitektur Jawa Timur, pembeda dengan moyang mereka di
Jawa Tengah dan Yogya. Di dalam museum tersebut juga terdapat bukti-bukti
interaksi Majapahit peradaban di luar, dengan diketemukannya bukti gerabah
dan porselen Cina.

masuk museum, nggak boleh foto2. tangan2 juga nggak boleh usil megang
barang2 koleksi museum. kenapa?

pihak pengelola museum terpaksa melarang fotografi di dalem museum dg alasan
keamanan. soalnya kan banyak kasus kriminal pencurian barang2 bersejarah
dan/atau kasus pembajakan (dibikin replikanya) barang2 tadi. dg larangan
foto tadi, diharapkan oknum2 kriminal akan kesulitan mendapatkan informasi
bentuk/rupa barang bersejarah. sayangnya kita yg orang baik2 pun kena
imbasnya, nggak boleh foto2an pisan.

soal larangan megang barang2 tadi, jelas lah, karena sentuhan tangan
pengunjung berpotensi merusak koleksi museum.

tapi hebatnya lobi ning astri, kita sempat dapet ijin moto 2 pasang
lingga/yoni yg kontras. satu pasang masih original. satu pasang lagi sudah
sering dijamah tangan manusia. keliatan banget bedanya. fotonya bisa diliat
disini:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/20
foto eksklusif itu. yg sebelah kiri masih original. yg sebelah kanan, jadi
nggilap karena sudah banyak dipegang.

barang2 koleksi pusat informasi majapahit nggak cuman arca2 dari era
majapahit saja. banyak juga artefak dari zaman prehistorik macem kapak dari
batu, fosil tengkorak gajah purba (liat ini aku jadi inget mammoth di ice
age), dll.

disini juga ada beberapa barang yg menarik (buat aku sih menarik): karya
seni terakota, saluran pipa air dari logam (canggih), celengan babi
(celengan sbg implementasi ajaran menabung, dan babi sbg simbol kemakmuran),
prasasti kuno dg font honocoroko, arabic dan traditional chinese. barang2
tsb menunjukkan bahwa pd jaman majapahit sebenernya kebudayaan sudah cukup
modern. sudah kenal sistem irigasi dan pengolahan logam.

aduh, soal ini kok jadi seru gini ya sekarang? padahal di kelas sejarah dulu
bawaannya ngantuk terus! isinya apalan tok :p

di museum ini sebenernya bapak pemandunya sempat banyak sharing pengetahuan
sejarah, tapi sayang space mamori di otakku nggak seberapa lebar, banyak
konsumsi MSG pisan. jadi ya sepurane nek banyak yg kelewatan :D

soal ini moga2 cak hilman bisa banyak melengkapi. soalnya selama di museum
keliatan intim banget sama pak pemandu itu, asik ngobrol dan nempel terus,
ihhiy!

kita lumayan lama belajar di museum, sekitar 10:45 barusan selesai. keluar
museum, perut wes kelaparan. mana panas pula, haus. tujuan berikutnya jelas
= makan siang. eh, tapi nggak lupa foto2an dulu di museum. liat betapa
konyolnya orang2 ini:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/21

**SAMBEL WADER dan KOLAM SEGARAN**

situs warung wader goreng ini nggak jauh dari museum, di pojok’an kolam
segaran. menunya: ikan wader dan ayam kampung goreng yg disajikan dg sambel
penyetan. karena pesenannya banyak, kita lumayan lama nunggu wader/ayam-nya
mateng. selama nunggu, disempatkan nengok pinggiran kolam segaran. catetan
tentang kolam segaran dari brosur:

Ciri keagungan lainnya muncul dari legenda folklor tetang Kolam Segaran.
Sebuah situ yang berada sejalur dengan poros Gerbang – Pendopo Agung. Situ
ini konon merupakan temat para pembesar kerajaan menjamu para tamunya dalam
sebuah resepsi. Folklor yang paling tenar adalah konon, para pembesar
Majapahit akan membuang tupperware mereka yang terbuat dari logam mulia ke
Kolam Segaran untuk menunjukkan ke-gemahripah-an kerajaan agung Jawa
tersebut. Entah fakta atau maya. Tetapi, ada teori lain yang mengemukakan
jika Kolam Segaran merupakan reservoir cadangan air kota, bukti sistem
irigasi yang dirancang para urban planner Majapahit untuk menjamin “ke-gemah
ripah-an” negara mereka yang lekat dengan pertanian. Korelatif memang,
ketika di sekitarnya masih banyak ditemukan sisa kanal-kanal pengairan yang
terhubung dengan sungai Brantas.

foto2 kolam segaran:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/24
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/24

kurang lebih 10:55 makanan baru tersaji di meja lesehan. ayam kampung
gorengnya keliatan menggiurkan! tapi nggak sepiro empuk katanya mbok de. aku
nggak ikutan makan ayam, aku order ikan wader yg ternyata… tergoreng
garing, kriuk, gurih. tersaji bareng ulekan sambel di cobek tanah liat
(jangan2 ini artefak kuno pisan?). eh nggak cuman ikan wader, disitu
tercampur juga gorengan udang kecil2. apalagi dimakan bareng nasi yg anget,
punel, dg porsi yg mengenyangkan. oh, yummy!

foto2nya kayak gini nih:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/23
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/27

selesai makan sekitar 11:50, lanjut jalan lagi menuju candi tikus. selama
perjalanan, ternyata banyak yg bobo di bis, hehe. soale tadi kepanasan, dg
situasi perut kenyang, apalagi ditiup angin sejuk dari AC, wueehhh…
zzzzz…

Majapahit Heritage Trail (2)

Catatan Perjalanan anggota Milis Wisata Surabaya dan teman + keluarga ke Trowulan pada tanggal 16 Maret 2008.
Catatan ini dibuat oleh Fahmi

___________________________________________________________________________________________________

**CANDI TIKUS**

sampek di candi tikus sekitar 12:00. catetan tentang candi tikus dari brosur
sebagai berikut:

Gapura ini membatasi kerajaan dengan lingkar terluar dari hirarki kerajaan
yang bisa ditemukan saat ini, yaitu kompleks pemandian ritual yang dikenal
dengan nama Candi Tikus. Dinamai Candi Tikus sebab pada saat penggaliannya,
reruntuhan ini tengah menjadi sarang hewan pengerat tersebut. Kompleks ini
sangat luas dan terletak di ujung kanal buatan yang juga terhubung dengan
kolam Segaran. Fungsinya mungkin hampir sama dengan Istana Tamansari, hanya
saja fungsi ritualnya lebih dominan. Mungkin sebagai penyeimbang konstelasi
kosmos dengan area spiritual di sebelah barat (Siti Inggil). Di dalam Candi
ini terdapat batu berpahat makara dan batu bata yang menyimbolkan Gunung
Semeru, diyakini sebagai tempat tinggal paa dewa. Versi transliterasi dari
“Mahameru” di kebudayaan Hindu Jawa.

beberapa foto candi tikus:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/27
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/36
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/26

siang hari, di situs candi tikus, panasnya luar biasa. sayang nggak boleh
iseng nyemplung mandi disitu, hehe. ya kesempatan dipake foto2an ae…
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/35
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/37
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/31

nggak mampu bertahan terlalu lama di candi tikus, 12:15 sudah bersegera
masuk lagi ke dalem bis, yg interiornya sejuk dengan piranti pengkondisi
udara (halah, bahasane kok jadi gini?). tujuan berikutnya situs buddha
tidur.

**MAHA VIHARA MOJOPAHIT**

ternyata situs buddha tidur ini lokasinya lumayan nyelempit, masuk ke dalem
kampung. sekitar 12:45 kita sampek disana. terkenalnya “buddha tidur”, tapi
nama resminya tempat ini adalah “maha vihara mojopahit”.

disini nggak ada pemandu, juga nggak ada bocoran informasi dari brosurnya
cak hilman. jadi maap kalo nggak bisa banyak cerita, hehe.

di depan bangunan vihara ada beberapa patung buddha berdiri dg macem2 pose.
tapi maap aku nggak banyak tau maksudnya masing2 pose itu apa. member milis
lain kalo ada yg punya informasi lebih, mohon bagi2 pengetahuannya ya.

kalo patung buddha tidurnya, lumayan gede. memang sih nggak segede yg duduk
di kenjeran, tapi ini sudah gede. di sekeliling pondasi bangunan patungnya
ada relief yg mungkin bercerita tentang perilaku manusia yg dulunya masih
barbar, sampek kemudian ada ajaran buddha, dan murid2 yg belajar pada sang
buddha.

satu hal yg kita nggak pernah lupa, foto2an… :D
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/36
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/41

foto2 lainnya:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/45
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/36
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/44

trus, ada satu jepretan jie yg keren banget nih:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/46

sekitar 13:15 kita memutuskan puas berfoto2an, peserta sudah pada keliatan
kecapek’an dan kekeringan. rejekinya bakul es grim di depan vihara hehe
dagangannya banyak diborong orang2 surabaya :D

berikutnya, kita pulang ke surabaya. tapi dalam perjalanan pulang, nggak
lupa menyempatkan diri mampir dulu ke depot anda yg legendaris itu. ha!

**DEPOT ANDA**

nah naaahhh… sekitar 13:50 kita mampir di depot anda untuk sholat dan
lunch kedua. ini penting sodara sodara, karena di blognya om herru sangat
merekomendasikan sop buntut goreng olahan depot anda.
http://ngelamunista.blogspot.com/2008/02/sop-buntut-goreng-depot-anda.html

sebenernya sedahsyat apa toh legenda sop buntut goreng yg bikin om herru
termehe mehe itu? ini nih tak bahas dikit yaaa…

(note: ini review versi jaim, om herru ndak usah ketawa)

karena tadi lambung sudah diganjel wader dan sambel, disini aku pesen sop
buntut goreng aja, tanpa nasi. aku pikir badan kurus gini nggak cukup kalo
nambah nasi lagi, tapi kalo sekedar buntut sih masih muat lah diselempit2kan
di sela2 lambung, hehe.

foto sajian sop buntut goreng tanpa nasi:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/52
foto sajian sop buntut goreng dengan nasi:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/55

sop, dan buntut gorengnya, tersaji di mangkok berbeda. dilengkapi kondimen
sambel kecap dan seiris jeruk nipis. buntut gorengnya tampil eksotis.
semangkok itu ada 3 potongan buntut yg ukurannya *whoa!* gede2. daging
buntut ini nampaknya termasak dg pas banget. “ditotol garpu saja sudah
amburadul. gurih dan sedikit berminyak dengan lemak yang minimalis”.
demikian kutipan dari om herru yg 100 persen aku setuju. lidah belom sempat
ngincipi, baru liat tampilannya aja udah ngiler. liat ini nih potongan
dagingnya, kayak gini:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/53

wah kalo kayak gini caranya, nggak usah pake nasi nggak usah pake sop nggak
pa pa wess… jeruk nipis diperes langsung ke sambel kecapnya, trus daging
buntut dicocolkan ke kecap. oh, yummy!

kalo bicara rasa, ini soal selera. tapi pada kasus buntut goreng yg satu
ini, aku bilang jempolan deh. boleh kasih 5 bintang penuh ;)

trus, minumnya apa? nggak seru kalo jauh2 ke mojokerto cuman pesen es teh.
cari menu yg ganjil. nemu satu nama yg menarik = taman firdaus. weee… apa
pula ini? ternyata yg namanya taman firdaus itu kayak gini lho:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/51

es campur. dan seperti es campur biasanya, ada potongan buah2an, bongkahan
es batu, dan tentu saja susu kental manis yg terlarut dalam kuahnya. eh tapi
ada yg menarik disini: taburan butiran coklat warna warni di atasnya, bikin
napsu… (napsu moto, fotogenik banget soale, hehe).

taman firdaus ini, pada level tertentu, boleh lah disebut sebagai firdaus
dunia. karena seharian itu kita sempat sangat kehausan kepanasan.
alhamdulillah…

urusan sholat dan makan selesai sekitar 14:30. bis melaju balik ke surabaya,
sempat diguyur hujan pula. setelah capek, kenyang, ini momen paling sip buat
tidur, waaa…

eh tapi nggak semua penumpang tertidur. beberapa yg bertahan melek malah
berkomplot merencanakan aksi penodongan bulan depan. sekalian merencanakan
acara pelesir selanjutnya: setelah berkunjung ke trowulan, berikutnya kita
pingin terbang ke kahyangan! :D

mwahahahaaa… mwahahahaaaa… (ketawa setan!)

**KEMBALI KE PERADABAN MODERN**

rombongan tiba kembali di kantor kompas/gramedia jemursari sekitar 15:35.
waktunya kembali ke habitat masing2. ada (cak jiewa) yg ke barat. ada (aku)
yg ke timur. ada (ning astri dan mbok de) yg ke selatan… tapi semua balik
ke dunia maya, menghidupi kembali peradaban internet.

ya, kurang lebih gitu deh yg tercatet di memoriku. mohon koreksinya dan
kayaknya masih banyak lagi yg perlu disempurnakan. cak hilman ada tambahan?
trus sekali lagi makasih banyak pd ning astri, cak jimmy, cak hilman, ning
gina, dan teman2 lainnya yg nggak kesebut satu2… *rock on!* hehe :D

para pembaca yg terhormat, demikian laporan dari trowulan … saya fahmi …
sampai jumpa pada kesempatan berikutnya.

Wisata Surabaya di Jawa Pos

Ini dia hasil wawancara oleh Jawa Pos di House of Sampoerna tgl 18 Januari 2008 yang baru lewat, dan dimuat di Jawa Pos edisi 21 Januari 2008 di halaman 41.

WS at Jawa Pos

Foto2 dan Review lain bisa dilihat di:
[EVENT] WS Gathering -HoS, 18 Januari 2008 oleh Hilman Taofani
Liputan komunitas Wisata Surabaya on Jawa Pos oleh Jie W. Kusumo
weird deh oleh Fahmi!
Wisata Surabaya Family oleh Raden Mas Angki

Begor Cak Sandy

ditulis oleh: Cak Jimmy
diedit dari: Milis WisataSurabaya

Hanya dalam koordinasi puluhan jam, akhirnya jadi juga acara nonton pilem bersama di galaxy mall (GM) surabaya bersama cak dan ning WisataSurabaya. Namanya saja milis para pecinta wisata (kuliner, budaya, dll), maka acara nonton tersebut berkembang menjadi makan bareng dan mojok bareng di PARIS hehehehe.

Jadwal pemutaran pilem yang pas jam 12 siang, membuat perut benar-benar kosong. Alhasil makanan apapun (biasanya) terasa lebih nikmat.

Begor Cak Sandy yang ketiban rejeki saat itu.

Bebek Goreng Cak Sandy, mengambil lokasi disebelah parkiran sepeda motor GM, baik jaman GM cuma satu gedung, sampai sekarang menjadi dua gedung. Selain Cak Sandy, ada penjual lain juga (kami lupa/tidak tahu siapa yang duluan, dan siapa yang lebih enak). Begor Cak Sandy mengambil pakem umum yaitu goreng (agak) kering coklat/kuning. Untuk sambal, kelihatannya Cak Sandy sedikit condong a la sambal penyet.
Tekstur paha bebek…

ditulis oleh: Mohammad Hilman Taofani
Di edit dari Milis Wisata Surabaya

Soerabaia Lama
Prinsip saya untuk mengakrabi sebuah kota adalah: kenali sejarahnya! Dengan tahu sejarah kota, maka ikatan memorial antara kita dengan kota akan mampu menembus ruang waktu. Maka dari itu, ketika ada ajakan untuk menjelajahi kota tua Surabaya dari komunitas “Wisata Surabaya” Minggu, 9 September lalu, saya sangat antusias. Sejak lama, saya dan istri saya mengagumi sisa-sisa tata kota kolonial di bilangan Surabaya Utara yang masih megah berdiri.

Meninggalkan sosok kota bawah (beneden stad) yang dibangun pemerintah VOC sebagai port penting yang menghubungkan Nusantara. Acara dari “Wisata Surabaya” adalah ide mendadak yang digulirkan beberapa orang di awal September. Konsepnya sederhana, yaitu mengenali bentuk kota tua Surabaya dengan kekayaan budaya aslinya, termasuk wacana kuliner, pasar tradisional dan tentu saja sejarah di dalamnya dengan berjalan kaki menyusuri rekam jejak masa lalu kota yang berusia 700 tahun lebih ini.
Kota Eropa…

Teman2 sekalian,

Menindaklanjuti usulannya beberapa teman kita di milis mengenai Surabaya, Kota Kita dan untuk lebih mengenal kota Surabaya terutama tempat bersejarah yang masih tersisa di wilayah Surabaya Utara, maka milis WisataSurabaya bermaksud mengadakan acara: ‘’Mlaku – mlaku nang Suroboyo Lawas”

Kapan?

Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu, 9 September 2007.

Di mana?

Start dan Finish di Kantor Pos Kebon Rojo. Kumpul pukul 06.30 WIB, acara diperkirakan selesai pukul 12.00 WIB.

Apa saja yang harus dibawa?

Topi, air minum, kamera, uang secukupnya (untuk makan), sepatu yang nyaman karena perjalanan sebagian besar dilakukan sambil berjalan kaki dan urunan Rp 20 ribu (untuk naik becak, membayar ‘guide’ di beberapa tempat), dan jangan lupa pake sun block.

Tempat2 apa saja yang akan dikunjungi?

Bocorannya: Kantor Pos Kebon Rojo, Jembatan Merah, Gedung2 Tua di sekitar Jembatan Merah (ingat gedung yang diceritakan Pak Rudy Sujanto yang ada lukisan karya Jan Toorop?), Ampel, Museum House of Sampoerna, dan beberapa tempat lain yang sedang dalam konfirmasi.

Siapa aja yang boleh ikut?

Anggota Milis WisataSurabaya, kalo ada yang belum jadi anggota milis daftar dulu ya :D

Tapi, boleh kok bawa teman :D tolong disebutkan namanya ya pas daftar.

Bagaimana daftarnya?

Melalui e-mail ke: astri dot pramarini [at] gmail dot com dan di CC ke: muriani dot tan[at] gmail dot com

Pendaftaran paling lambat hari Jumat tanggal 7 September 2007 pukul 16.00 WIB

Diharuskan menyertakan no HP peserta saat mendaftar.

Sampai ketemu ya di acara Mlaku – mlaku nang Surabaya Lawas

Yang sedikit tertinggal dari Festival Rujak BG Junction yang baru lewat:

Onderdil Rujak CIngur

Yang ikutan Kopdar (+saya yang motret :( ):

Yang Ikutan Kopdar, inget namanya gak?
Lagi ngulek bumbu…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.