Catatan Perjalanan anggota Milis Wisata Surabaya dan teman + keluarga ke Trowulan pada tanggal 16 Maret 2008.
Catatan ini dibuat oleh Fahmi
___________________________________________________________________________________________________
**CANDI TIKUS**
sampek di candi tikus sekitar 12:00. catetan tentang candi tikus dari brosur
sebagai berikut:
Gapura ini membatasi kerajaan dengan lingkar terluar dari hirarki kerajaan
yang bisa ditemukan saat ini, yaitu kompleks pemandian ritual yang dikenal
dengan nama Candi Tikus. Dinamai Candi Tikus sebab pada saat penggaliannya,
reruntuhan ini tengah menjadi sarang hewan pengerat tersebut. Kompleks ini
sangat luas dan terletak di ujung kanal buatan yang juga terhubung dengan
kolam Segaran. Fungsinya mungkin hampir sama dengan Istana Tamansari, hanya
saja fungsi ritualnya lebih dominan. Mungkin sebagai penyeimbang konstelasi
kosmos dengan area spiritual di sebelah barat (Siti Inggil). Di dalam Candi
ini terdapat batu berpahat makara dan batu bata yang menyimbolkan Gunung
Semeru, diyakini sebagai tempat tinggal paa dewa. Versi transliterasi dari
“Mahameru” di kebudayaan Hindu Jawa.
beberapa foto candi tikus:
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/27
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/36
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/26
siang hari, di situs candi tikus, panasnya luar biasa. sayang nggak boleh
iseng nyemplung mandi disitu, hehe. ya kesempatan dipake foto2an ae…
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/35
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/37
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/31
nggak mampu bertahan terlalu lama di candi tikus, 12:15 sudah bersegera
masuk lagi ke dalem bis, yg interiornya sejuk dengan piranti pengkondisi
udara (halah, bahasane kok jadi gini?). tujuan berikutnya situs buddha
tidur.
**MAHA VIHARA MOJOPAHIT**
ternyata situs buddha tidur ini lokasinya lumayan nyelempit, masuk ke dalem
kampung. sekitar 12:45 kita sampek disana. terkenalnya “buddha tidur”, tapi
nama resminya tempat ini adalah “maha vihara mojopahit”.
disini nggak ada pemandu, juga nggak ada bocoran informasi dari brosurnya
cak hilman. jadi maap kalo nggak bisa banyak cerita, hehe.
di depan bangunan vihara ada beberapa patung buddha berdiri dg macem2 pose.
tapi maap aku nggak banyak tau maksudnya masing2 pose itu apa. member milis
lain kalo ada yg punya informasi lebih, mohon bagi2 pengetahuannya ya.
kalo patung buddha tidurnya, lumayan gede. memang sih nggak segede yg duduk
di kenjeran, tapi ini sudah gede. di sekeliling pondasi bangunan patungnya
ada relief yg mungkin bercerita tentang perilaku manusia yg dulunya masih
barbar, sampek kemudian ada ajaran buddha, dan murid2 yg belajar pada sang
buddha.
satu hal yg kita nggak pernah lupa, foto2an… ![]()
http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/36
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/41
foto2 lainnya:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/45
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/36
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/44
trus, ada satu jepretan jie yg keren banget nih:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/46
sekitar 13:15 kita memutuskan puas berfoto2an, peserta sudah pada keliatan
kecapek’an dan kekeringan. rejekinya bakul es grim di depan vihara hehe
dagangannya banyak diborong orang2 surabaya
berikutnya, kita pulang ke surabaya. tapi dalam perjalanan pulang, nggak
lupa menyempatkan diri mampir dulu ke depot anda yg legendaris itu. ha!
**DEPOT ANDA**
nah naaahhh… sekitar 13:50 kita mampir di depot anda untuk sholat dan
lunch kedua. ini penting sodara sodara, karena di blognya om herru sangat
merekomendasikan sop buntut goreng olahan depot anda.
http://ngelamunista.blogspot.com/2008/02/sop-buntut-goreng-depot-anda.html
sebenernya sedahsyat apa toh legenda sop buntut goreng yg bikin om herru
termehe mehe itu? ini nih tak bahas dikit yaaa…
(note: ini review versi jaim, om herru ndak usah ketawa)
karena tadi lambung sudah diganjel wader dan sambel, disini aku pesen sop
buntut goreng aja, tanpa nasi. aku pikir badan kurus gini nggak cukup kalo
nambah nasi lagi, tapi kalo sekedar buntut sih masih muat lah diselempit2kan
di sela2 lambung, hehe.
foto sajian sop buntut goreng tanpa nasi:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/52
foto sajian sop buntut goreng dengan nasi:
http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/55
sop, dan buntut gorengnya, tersaji di mangkok berbeda. dilengkapi kondimen
sambel kecap dan seiris jeruk nipis. buntut gorengnya tampil eksotis.
semangkok itu ada 3 potongan buntut yg ukurannya *whoa!* gede2. daging
buntut ini nampaknya termasak dg pas banget. “ditotol garpu saja sudah
amburadul. gurih dan sedikit berminyak dengan lemak yang minimalis”.
demikian kutipan dari om herru yg 100 persen aku setuju. lidah belom sempat
ngincipi, baru liat tampilannya aja udah ngiler. liat ini nih potongan
dagingnya, kayak gini:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/53
wah kalo kayak gini caranya, nggak usah pake nasi nggak usah pake sop nggak
pa pa wess… jeruk nipis diperes langsung ke sambel kecapnya, trus daging
buntut dicocolkan ke kecap. oh, yummy!
kalo bicara rasa, ini soal selera. tapi pada kasus buntut goreng yg satu
ini, aku bilang jempolan deh. boleh kasih 5 bintang penuh
trus, minumnya apa? nggak seru kalo jauh2 ke mojokerto cuman pesen es teh.
cari menu yg ganjil. nemu satu nama yg menarik = taman firdaus. weee… apa
pula ini? ternyata yg namanya taman firdaus itu kayak gini lho:
http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/51
es campur. dan seperti es campur biasanya, ada potongan buah2an, bongkahan
es batu, dan tentu saja susu kental manis yg terlarut dalam kuahnya. eh tapi
ada yg menarik disini: taburan butiran coklat warna warni di atasnya, bikin
napsu… (napsu moto, fotogenik banget soale, hehe).
taman firdaus ini, pada level tertentu, boleh lah disebut sebagai firdaus
dunia. karena seharian itu kita sempat sangat kehausan kepanasan.
alhamdulillah…
urusan sholat dan makan selesai sekitar 14:30. bis melaju balik ke surabaya,
sempat diguyur hujan pula. setelah capek, kenyang, ini momen paling sip buat
tidur, waaa…
eh tapi nggak semua penumpang tertidur. beberapa yg bertahan melek malah
berkomplot merencanakan aksi penodongan bulan depan. sekalian merencanakan
acara pelesir selanjutnya: setelah berkunjung ke trowulan, berikutnya kita
pingin terbang ke kahyangan!
mwahahahaaa… mwahahahaaaa… (ketawa setan!)
**KEMBALI KE PERADABAN MODERN**
rombongan tiba kembali di kantor kompas/gramedia jemursari sekitar 15:35.
waktunya kembali ke habitat masing2. ada (cak jiewa) yg ke barat. ada (aku)
yg ke timur. ada (ning astri dan mbok de) yg ke selatan… tapi semua balik
ke dunia maya, menghidupi kembali peradaban internet.
ya, kurang lebih gitu deh yg tercatet di memoriku. mohon koreksinya dan
kayaknya masih banyak lagi yg perlu disempurnakan. cak hilman ada tambahan?
trus sekali lagi makasih banyak pd ning astri, cak jimmy, cak hilman, ning
gina, dan teman2 lainnya yg nggak kesebut satu2… *rock on!* hehe
para pembaca yg terhormat, demikian laporan dari trowulan … saya fahmi …
sampai jumpa pada kesempatan berikutnya.


lhooo di lidahku kenapa sop buntut gorengna asiiiin bgt yah???
#1 – Dewi: saya setuju. Di lidah saya juga terasa asin banget. Waktu itu saya pesan rawon buntut yg dipisah. Buntut-nya tanpa kuah rawon sudah asin (banget), kuah rawon-nya juga biasa. Bagi lidah/selera saya, citarasanya eSTeDe (standar) aja. Walopun begichu, daging buntut sangat empuk. Patut diacungi jempol hehehehe.
Great… mat kenal bro… dari tribal lampung