Ini merupakan kompilasi dua posting oleh Pak Rudy Sujanto dan Astri di milis mengenai tempat makan di sekitar Ampel. Nyaris tidak ada bagian isi postingan yang dihilangkan.
- Warung/Resto Yaman:
Favorit saya untuk dibawa pulang: kambing oven yang ukurannya
kira-kira setengah panjang kaki kambing–pokoknya bisa untuk main
pentung-pentungan kayak Flintstone. Sayang sekali ruangan makannya
puanas dan kotor, jadi nggak pernah deh makan disana. Lagipula saya
hampir selalu makan kambing oven dengan wine, ‘kan malah bisa
dipentungi dengan paha kambing tadi kalau saya nekat minum disana,
hehehe…
- Al Mutlik :
Sebenarnya ini langganan kami dulu, sebelum pindah ke ‘Yaman’ persis
disebelahnya. kami tinggalkan karena cara masaknya semakin gak karuan,
blas gak ada QC dari bosnya yang duduk-duduk dibawah potretnya di
dinding.
Telp: (031)3578078
- Jumbo
Ini resto yang mencoba mengangkat kuliner Timteng di Arab Street
menjadi fast-food. Untuk kreativitasnya ini, saya perlu mengacungkan
jempol. Tempatnya memang nyaman dan bersih, seperti yang dikatakan
Manda dalam blognya. Tapi makanannya yang enak cuma sup marak kambing
(semacam light, clear soup tapi tetap dengan aroma TimTeng). Nasi
kebulinya, dan nasi-nasi yang lain, terlalu nyemek. Kambing bakar atau
ovennya ukurannya terlalu “sopan” dan rasanya biasa-biasa saja. Terus
kami hampir saja pernah “diusir” oleh karyawannya hanya karena mereka
sudah ogah melayani karena hampir tutup!
- Warung Madinah
Ini juga enak, tapi biar Astri yang cerita. Sayangnya hanya buka untuk lunch.
Mulai dari sini Astri yang cerita:
Kalo soal Warung Madinah, referensi saya sebenarnya gak banyak. Orang baru
ke sana 1 kali pas ambil kambing oven itu tok. Dulu yang sering ke sana
suami saya, semasa masih banyak kontak dengan orang2 Ampel.
Warung Madinah ini terletak di Jl. Kalimas Udik (jalan kecil samping hotel
Grand Kalimas) telp: (031)3524235; barang kali mau pesan sesuatu.
warungnya kecil, gak jauh beda lah kayak Yaman, dapurnya rungsep hehehe…
Cuma di kalangan jama’ah (alias keturunan arab) warung ini yang ngetop,
makanya sering tutup karena mereka lebih memilih melayani pesanan. Kalaupun
buka dia hanya buka dari jam 8 pagi sampai siang/habis (sekitar jam 1
siang).
So waktu itu, saya yang berencana mengajak makan malam jadi batal, cuma sang
pemilik memberi alternatif bahwa dia masih memiliki 5 potong kambing oven
seharga @21 ribu dan 10 buah roti maryam @ 3 ribu, yang bisa dibawa pulang.
Jadilah kami menjemput kambing oven itu di war mad melalui pintu samping dan
bisa melihat dapurnya rungsep ![]()
Yang jelas, kambing ovennya ok, pada saat kami makan gak ada bau2an aneh,
Saya aja bisa habis 1 potong, walaupun setelah dipanaskan keesokan harinya
ada bau kambing sedikit. Roti maryamnya yang berukuran jumbo masih lebih
enak dibandingkan roti maryamnya Yaman.


Roti Maryam mbak…yen tgl 25 Ramadhan mesti rame ampel…dah 3 tahu kayake g ksana..
trakhir smstr 2
BISA KASIH TAU NGAK MAKANAN YG ENAK DARI DAERAH AMPEL?SUALNYA SETAHU GUE,CUMA ROTI MARYAM AND GULE KACANG IJO DOANG YG ADA.PENGIN SIH COBAIN KAMBING OVEN????