Rasanya agak sedikit basi ya membahas rawon setan lagi, kayaknya pada banyak udah tau deh.
Warung Rawon yang mangkal di Jl. Embong Malang 78 I Surabaya alias seberangnya hotel JW Marriott, asalnya terkenal menjadi ‘setan’ karena jam bukanya yang cukup larut yaitu jam 11 malam, untuk meladeni para ‘setan’ yang keluar malam
Terakhir kali saya mencicipi rawon ini sekitar bulan Spetember 2005, menjelang keberangkatan saya PTT ke NTT. Saat itu Rawon Setan masih buka malam saja dan tidak buka ‘cabang’ di tempat lain, dan tempatnya berupa tenda yang berisi beberapa buah meja dan bangku. Alhasil, untuk menikmati Rawon Setan saya harus mengantri, menunggu orang yang duduk di depan saya selesai makan. Penuh dan hiruk pikuk orang mengantri dan memesan makanan.
Seiring waktu, saya baca di iklan koran saat ini ada rawon setan Mbak Endang yang buka beberapa cabang di berbagai penjuru kota Surabaya, belum lagi rawon setan Bu Sup. Padahal kalo saya lewat di depan jalan Embong malang, tulisannya Rawon Setan tidak membuka cabang di tempat lain.
Termakan rasa penasaran dan kebetulan kedatangan seorang kawan SMU waktu di Bandung dulu, jadilah kami berdua mencicipi rawon setan yang sekarang sudah mangkal di sebuah depot di belakang lokasi tenda yang dulu saya datangi, dan juga sudah buka pada pukul 20.30.
Rasa rawon sih masih seperti yang dulu, dengan potongan daging yang cukup besar dan empuk, berkuah ringan sedikit berminyak dan cenderung asin. Sayangnya, mereka kehabisan telur asin yang dulu menjadi teman makan saya. Telur asin di sini cukup enak, asin, dan masir. Cocok buat lidah penggemar asin seperti saya.
Pas melihat daftar menu saya mendapati tulisan waktu buka depot yaitu hari Rabu – Sabtu dari pukul 18.30 – 03.30 WIB. Setelah saya konfirmasi ulang, depot itu memiliki 2 pengelola yang masih bersaudara. Di hari dan jam selain yang disebut di atas, sang saudara inilah yang mengelola depot.
Apa perbedaan rasa dengan yang berjualan hari Rabu – Sabtu? Saya belum bisa menjawab dulu, semoga dalam waktu dekat bisa saya cicipi lagi.
Oya, meskipun tanggapan dari masyarakat Surabaya cenderung biasa saja, mungkin karena pernah merasakan rawon lain yang lebih enak (tunggu postingan tentang battle of Rawon)
saat saya makan beberapa hari yang lalu masih bareng Nico Siahaan lho…
Review saya tentang Rawon Setan tahun 2005 dapat dilihat di sini


kalo di Solo ada Gudeg Ceker yang bukaknya jam 00.00 sampai 02.30 pagi….
kenapa g dinamain Gudeg Ceker setan ya…hi…medeni??
wah.. itu orang solo yang mesti jawab. bukan orang surabaya
enak ta makan ceker? malam buta lagi…
Aku sih pengen soto kuali
saya sudah pernah mencoba rawon setan ini, bagi orang yang belum tau rawon, kuah hitam rawon mungkin cukup mewakili kenapa dinamakan rawon setan, hihi
sekarang sore2 sudah buka, apa mungkin karena setannya juga suka keluar sore2, hehehe
@macanang
selamat datang di surabaya. kalo butuh referensi tempat makan bisa gabung dengan milis ini atau mampir ke blog saya ke bagian downloads
kata orang,klo yang buka mbak Endang di hari kamis, jumat sabtu n minggu yang paling enak. selain hari itu yang megang sodaranya laki-laki.
kata kokoh2 asal tiongkok yang ketemu saya waktu makan di sana, rasanya “BEDA”, jelas aja beda yang masak tangannnya juga beda. selain itu,di SBY skarng lagi tren baru. tempe penyet di samping DTC yang bukanya jam 10 malam ampe pagi. sambelnya gile bener. pedes, krasa terasinya dicampur ikan pe plus tempe yang agak bosok bikin ngiler bow. referensi : coba aja. gak rugi. perporsi cuman 6000 isinya telur, tempe n ikan pe. Warning : ati-ati sama sambelnya ya. ngigit bgt!!!!
regards
rizka
he he he he he
kulo niki tiyang anyar ten Suroboyo… matur nuwun referensi tempat jajanannya .. kalo ada warung – warung yang khas + enak informasikan yo…
kalo aku setuju bgt tuh nama rawon setan… tp bkn krn bukanya malam hari. nama itu sangat pas dan kita baru sadar ketika kita uda slese makan n nunggu mbak kasir yg ketus n cuek bilang harganya… baru deh kita bilang SETAAAANNNN…. rasa n harganya bener2 gak sesuai…
kalau kita makan itu bisa kesurupan ya hahahahaha